
Klaten, 15 September 2026
Komitmen SMK Negeri 3 Klaten dalam membangun budaya mutu terus diperkuat. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Gugus Belajar yang digelar di EDOTEL Klaten, Selasa (15/9/2026). Sebanyak 40 guru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 20 guru SMK Negeri 3 Klaten dan 20 guru dari SMK Muhammadiyah 4 Klaten Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program yang dibiayai melalui BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026, dengan rangkaian kegiatan yang diarahkan tidak hanya pada bimtek, tetapi juga implementasi dan pengimbasan.

Bukan Sekadar Seremonial
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kepala SMK Negeri 3 Klaten, Afif Suyono, S.Pd., M.Pd., kemudian menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Afif menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, narasumber, dan jajaran Dinas Pendidikan yang hadir mendampingi kegiatan. Ia juga menjelaskan bahwa program BOS Kinerja Terbaik mencakup rangkaian Bimtek, implementasi, dan pengimbasan, sehingga hasil kegiatan diharapkan dapat diterapkan secara nyata di sekolah.
Pesan penting disampaikan oleh Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, Dewi Yuningrih, S.Pd., M.Pd. Ia mengingatkan agar kegiatan Bimtek tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, capaian sekolah yang tercermin dalam Rapor Pendidikan merupakan bagian dari hasil kerja dan kinerja seluruh warga sekolah. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dalam Bimtek harus dikuasai dan diimplementasikan untuk membangun budaya mutu, baik dalam pembelajaran maupun dalam pengelolaan dokumen sekolah.
Ia juga mendorong sekolah agar terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan mencerminkan delapan profil lulusan.


PDCA Menjadi Siklus Kerja Penjaminan Mutu
Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, Sihhono, S.T., M.M., menekankan pentingnya penerapan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action) dalam penjaminan mutu.
Siklus tersebut menjadi alur kerja yang memastikan proses peningkatan mutu dilakukan secara terencana, dilaksanakan, diperiksa, dan ditindaklanjuti. Peserta juga didorong untuk memahami materi yang diberikan fasilitator daerah dan mengimplementasikannya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Memahami Kebijakan dan Siklus SPMI
Materi kebijakan pemerintah tentang tata kelola satuan pendidikan disampaikan oleh Basikun, S.Pd., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Basikun menjelaskan bahwa SPMI merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah, dengan dukungan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penjaminan mutu dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Ia juga menjelaskan bahwa tujuan SPMI adalah memastikan penyelenggaraan pendidikan sesuai standar, bahkan mampu melampaui Standar Nasional Pendidikan.
Siklus SPMI meliputi penetapan standar mutu satuan pendidikan, pemetaan kondisi nyata sekolah, penyusunan strategi dan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan program, pendokumentasian kegiatan, evaluasi, serta pengendalian.


Empat Sesi, Satu Tujuan: Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Bimtek yang berlangsung selama 9 JP tersebut menghadirkan Drs. Marwanto, M.Pd., Fasilitator Daerah BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, sebagai pemateri/fasilitator kegiatan. Struktur kegiatan terdiri atas materi kebijakan pemerintah selama 1 JP dan materi SNP, SPMP, Rapor Pendidikan, serta SPMI selama 8 JP.
Kegiatan bersama fasilitator dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama membahas pengantar Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan diskusi kelompok mengenai delapan SNP. Sesi kedua berisi brainstorming dan pengantar Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP).
Sesi ketiga diarahkan pada pemahaman Rapor Pendidikan, dilanjutkan kerja kelompok dan penguatan. Sementara itu, sesi keempat membahas SPMI melalui brainstorming, kerja kelompok, penguatan, refleksi, dan evaluasi.
Pola kegiatan yang memadukan pemaparan, brainstorming, diskusi, kerja kelompok, refleksi, dan evaluasi diharapkan dapat membantu peserta memahami konsep penjaminan mutu sekaligus mengaitkannya dengan kondisi nyata di satuan pendidikan.
Rapor Pendidikan sebagai “Medical Check-up” Sekolah
Salah satu materi penting dalam kegiatan adalah pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan peningkatan mutu.
Dalam pemaparannya, fasilitator menjelaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan mencakup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah melalui siklus penetapan standar, pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi.
Rapor Pendidikan menggambarkan data hasil evaluasi pendidikan yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan. Data tersebut bersumber antara lain dari Asesmen Nasional, Dapodik, EMIS, Platform GTK, Tracer Study, dan Susenas BPS.
Rapor Pendidikan dalam kegiatan ini diibaratkan sebagai “medical check-up” bagi sekolah. Dengan melihat data tersebut, sekolah dapat mengenali kondisi pendidikan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Pada tahun ini, terdapat sejumlah pembaruan indikator dalam Rapor Pendidikan, di antaranya Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim, serta ketersediaan buku pendidikan.

Menjadikan Mutu sebagai Budaya
Lebih dari sekadar memenuhi standar, penjaminan mutu pendidikan diarahkan untuk membangun budaya mutu yang berorientasi pada perbaikan hasil belajar secara berkelanjutan.
Setiap pencapaian Standar Nasional Pendidikan menjadi pijakan untuk menetapkan standar yang lebih tinggi. Dengan demikian, peningkatan mutu bukanlah kegiatan yang berhenti setelah suatu program selesai, tetapi menjadi proses yang terus berjalan.
Melalui kegiatan Bimtek ini, SMK Negeri 3 Klaten berupaya memperkuat pemahaman dan praktik penjaminan mutu di lingkungan sekolah. SPMI dipahami sebagai proses yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan, dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ke depan, hasil Bimtek diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi berlanjut pada implementasi dan pengimbasan. Dengan demikian, semangat membangun budaya mutu dapat tumbuh semakin kuat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta mutu lulusan SMK Negeri 3 Klaten.
