Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SMK Negeri 3 Klaten Siapkan Murid Kelas XII Hadapi PKL dan Masa Depan

Klaten – Memasuki tahun terakhir pendidikan di jenjang SMK, murid tidak hanya dituntut menguasai kompetensi keahlian, tetapi juga mempersiapkan karakter dan mental untuk memasuki dunia kerja. Berangkat dari semangat tersebut, SMK Negeri 3 Klaten menyelenggarakan Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 bagi orang tua/wali murid kelas XII pada Senin (20/7/2026) di Ruang Peragaan SMK Negeri 3 Klaten. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, Ketua Komite Sekolah, seluruh guru dan tenaga kependidikan, serta orang tua/wali murid kelas XII.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum penyamaan persepsi antara sekolah dan orang tua. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dari komunikasi dan kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 3 Klaten, Afif Suryono, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa murid kelas XII kini memasuki fase yang sangat menentukan. Setelah menyelesaikan pembelajaran di sekolah, mereka akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan sebagai wahana mengimplementasikan ilmu dan keterampilan di dunia usaha dan dunia industri.


“Peran orang tua tetap sangat dibutuhkan. Meskipun anak-anak telah beranjak dewasa, mereka masih memerlukan perhatian, pendampingan, dan teladan agar mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik,” ungkap beliau. Selain PKL, Kepala Sekolah juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu bekal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, Dewi Yuningrih, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa PKL merupakan bagian penting dari Kurikulum Merdeka yang tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter murid. Melalui pengalaman bekerja secara langsung di dunia industri, murid diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, etika kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja profesional.
Beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif selama pelaksanaan PKL, khususnya bagi murid yang menjalani praktik di luar kota.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite SMK Negeri 3 Klaten, Drs. Setya Subagya, M.M., mengingatkan bahwa kesuksesan murid merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Ia mengapresiasi capaian sekolah yang berhasil mengantarkan delapan murid lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sekaligus berharap prestasi tersebut terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Dalam sesi sosialisasi, masing-masing bidang memaparkan informasi strategis kepada orang tua. Bidang Kurikulum menjelaskan jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA), Asesmen Akhir Semester, Uji Kompetensi Keahlian (UKK), hingga rangkaian asesmen menjelang kelulusan. Orang tua juga diajak terus memberikan motivasi kepada putra-putrinya agar tetap berprestasi selama menjalani PKL.
Bidang Kesiswaan menekankan pentingnya pembiasaan disiplin, komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua, serta pengawasan terhadap murid yang menjalani PKL di luar daerah. Dunia industri, menurut pemaparan tersebut, menuntut ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan sebagai budaya kerja yang harus mulai dibiasakan sejak di bangku sekolah.
Sementara itu, Bidang Sarana Prasarana mengajak orang tua untuk terus membangun komunikasi melalui berbagai media yang disediakan sekolah. Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) juga terus ditanamkan sebagai identitas murid SMK Negeri 3 Klaten yang santun dan berkarakter.
Melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), orang tua memperoleh penjelasan secara lengkap mengenai mekanisme pelaksanaan PKL, proses pembimbingan oleh guru, sistem penilaian, hingga peluang penyaluran lulusan ke dunia kerja maupun perguruan tinggi. Sekolah menegaskan bahwa PKL bukan sekadar praktik kerja, melainkan proses pembelajaran nyata yang akan membentuk profesionalisme murid sebelum memasuki dunia kerja.
Antusiasme orang tua terlihat pada sesi diskusi. Berbagai pertanyaan mengenai mekanisme seleksi tempat PKL serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dijawab secara terbuka oleh pihak sekolah. Sekolah memastikan bahwa seluruh murid akan memperoleh tempat PKL sesuai ketentuan, serta menjelaskan bahwa kepesertaan BPJS hanya berlaku selama masa PKL berlangsung. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar seluruh rangkaian pendidikan murid kelas XII berjalan lancar. Lebih dari sekadar agenda tahunan, sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan murid adalah buah dari kolaborasi yang erat antara sekolah, keluarga, dan dunia usaha serta dunia industri. Ketika ketiganya berjalan seiring, SMK Negeri 3 Klaten optimistis mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan
